Tuesday, January 17, 2012

Pendidikan Luar Biasa


PENDIDIKAN LUAR BIASA

Gambar itu adalah sticker dari Jurusan Pendidikan Luar Biasa (PLB) Universitas Pendidikan Indonesia , PLB adalah jurusan yang di khususkan untuk mendidik siswa, anak atau orang-orang yang berkebutuhan khusus, mereka nantinya akan mengajar di Sekolah Luar Biasa yang akan terbagi-bagi dengan spesialisasi mereka dalam menangani orang yang berkebutuhan khusus. Awalnya saya hanya biasa saja melihat jurusan PLB ini, tetapi ketika saya berteman dengan salah satu Mahasiswa jurusan PLB yang bernama Rina Agustiana atau yang sering di panggil Bolu, dia menceritakan bagaimana sulitnya menangani orang-orang yang berkebutuhan khusus. Disini saya baru tahu bagaimana sulitnya menjadi seseorang yang terjun di bidang seperti yang di dalami oleh mahasiswa PLB, kesabaran menjadi kunci yang paling penting dalam menjalani keseharian dengan orang-orang yang berkebutuhan khusus. Banyak sekali rupanya jenis-jenis kelainan yang bisa di alami oleh manusia, saya terharu ketika mendengar cerita soal anak yang mengalami Diseleksia. Diseleksia itu sendiri adalah sebuah kondisi ketidakmampuan belajar pada seseorang yang disebabkan oleh kesulitan pada orang tersebut dalam melakukan aktivitas membaca dan menulis, Penderita disleksia secara fisik tidak akan terlihat sebagai penderita. Disleksia tidak hanya terbatas pada ketidakmampuan seseorang untuk menyusun atau membaca kalimat dalam urutan terbalik tetapi juga dalam berbagai macam urutan, termasuk dari atas ke bawah, kiri dan kanan, dan sulit menerima perintah yang seharusnya dilanjutkan ke memori pada otak. Hal ini yang sering menyebabkan penderita disleksia dianggap tidak konsentrasi dalam beberapa hal. Dalam kasus lain, ditemukan pula bahwa penderita tidak dapat menjawab pertanyaan yang seperti uraian, panjang lebar. Disini kebetulan teman saya Rina pernah menangani anak yang diseleksia dalam tugas kuliahnya, anak yang ia tangani bersekolah di SD reguler bukan di SLB, anak itu sedang belajar di kelas 3 untuk yang ketiga kalinya, jadi dia tinggal kelas (tidak naik kelas) 2 kali di kelas yang sama, sungguh terdengar aneh bagi orang yang normal. Ya, penyebabnya adalah diseleksia yang diderita oleh sang anak, sebetulnya kemampuannya tidak buruk, tetapi karena diseleksia yang di deritanya membuat dia tidak bisa berkembang dalam hal membaca. Yang membuat miris adalah ketika ibunya yang kurang bisa menerima keadaan anaknya yang diseleksia, dengan tidak bisanya sang ibu menerima keadaan sang anak jadilah sang anak mendapatkan perlakuan yang kurang wajar dari sang ibu. Teman saya coba memberikan threatment atau latihan-latihan yang bisa membantu kebiasaan salah membedakan huruf oleh sang anak dan sudah mulai bisa tetapi karena waktu yang dimiliki oleh teman saya terbatas jadi kembalilah dia ke kemampuan awalnya yang tidak bisa membedakan huruf saat membaca, sedih memang sesuatu yang seharusnya di beri dukungan, pengertian dan kasih sayang malah diberi beban dan perlakuan yang kurang layak. Namun Rina pun menceritakan dibalik kekurangan yang di miliki si anak ada satu kemampuan yang membuat Rina takjub adalah kemampuan si anak dalam menggambar yang sangat di atas rata-rata anak seumurnya, subhanallah disinilah keadilan Allah SWT dimana Allah memberikan kekurangan pastilah tetap ada kelebihannya meskipun sedikit. Jangan Jadikan kekurangan kita hambatan untuk mengasah kelebihan yang ada dalam diri kita. Saya sangat salut dengan kesabaran, keteguhan dan perjuangan mahasiswa PLB yang membantu orang-orang yang memiliki kekurangan baik fisik atau mental, sebab menangani yang seperti itu bukanlah suatu perkara yang mudah dan saya pun tidak akan pernah menyepelekan jurusan PLB!

Di sticker itu saya menemukan sesuatu yang sangat bermakna pada tulisan “Kita semua sama dilahirkan dalam keadaan telanjang” kata-kata itu bagi saya benar-benar memiliki makna yang sangat dalam. Kita sebagai manusia yang hidup di bumi ini, bumi yang di cipatkan oleh Allah SWT pastilah memiliki kelebihan dan kekurangan, manusia yang memiliki kelebihan haruslah menghargai dan berbagi untuk yang memiliki kekurangan, manusia yang memiliki kekurangan janganlah menganggap dirinya tidak punya kelebihan. Dan yang paling terwakili dari kalimat “Kita semua sama dilahirkan dalam keadaan telanjang” adalah kita sebagai makhluk Allah jangan lah membeda-bedakan sesama manusia, meskipun manusia itu memiliki kekurangan, cacat atau apapun kita tidak boleh menganggap mereka berbeda, mereka hina, sebab mereka pun sama, Manusia, Ciptaan Allah SWT.

Jayalah selalu Jurusan PLB, Jadikan pengabdian kalian sebagai ibadah dan bekal untuk di masa depan :D

From : Arfin Deri Listiandi (PKO 08)

No comments:

Post a Comment